Pelaksanaan Program Indonesia Pintar di Lingkungan SMK Negeri 10 Medan

Program Indonesia Pintar yang disingkat dengan PIP adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses bagi anak usia enam sampai dengan dua puluh satu tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan menengah.

Peserta didik yang diprioritaskan untuk menerima bantuan PIP antara lain:

  1. Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  2. Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Program Keluarga Harapan (PKH),
  3. Peserta didik yang berstatus  yatim piatu/ yatim/ piatu dari sekolah/ panti sosial/ panti asuhan
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  5. Peserta didik yang tidak bersekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah
  6. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), didaerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 (saudara) yang tinggal serumah.

Peserta didik yang termasuk dalam prioritas sasaran diatas dapat diusulkan untuk menerima bantuan PIP oleh sekolah atau pemangku kepentingan.

Bantuan PIP diberikan kepada Peserta Didik penerima sebanyak satu kali dalam satu tahun anggaran. Untuk SMK, jumlah dana yang diberikan pada Tahun Pelajaran semester Genap adalah Rp. 500.000 rupiah untuk kelas 12, dan Rp. 1.000.000,- untuk kelas 10 dan 11. Sedangkan pada semester ganjil diberikan sebesar Rp. 500.000 untuk kelas 10 dan Rp. 1.000.000 untuk kelas 11 dan 12.

Dana bantuan yang diberikan dapat digunakan untuk:

  1. Membeli buku dan alat tulis
  2. Membeli pakaian seragam sekolah/praktik dan perlengkapan sekolah
  3. Membiayai transportasi peserta didik kesekolah
  4. Uang saku pesert didik
  5. Biaya kursus/ les tambahan bagi peserta didik pendidikan formal, atau
  6. Biaya praktik tambahan dan biaya magang/ penempatan kerja

Mekanisme Pengusulan Penerima PIP di SMK Negeri 10 Medan

Peserta didik yang memenuhi ketentuan untuk menerima bantuan Program Indonesia Pintar dapat diusulkan oleh sekolah melalui aplikasi Dapodik. Adapun berkas yang harus dilampirkan adalah sebagai berikut:

Khusus bagi peserta didik yang berada di wilayah terdampak bencana, diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota ke Pusat layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dengan melampirkan surat penetapan bencana dari instansi yang berwenang, sesuai dengan karakterisitik bencana.

Berkas diatas diserahkan kepada wali kelas masing-masing untuk kemudian diteruskan ke Operator Dapodik sekolah agar bisa diusulkan melalui Aplikasi Dapodik. Pengusulan calon penerima PIP melalui aplikasi Dapodik dapat dilakukan setiap hari kerja, sementara penarikan data usulan Penerima PIP dari Dapodik oleh Puslapdik dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun.

Penetapan Peserta Didik Penerima PIP

Penetapan peserta didik penerima PIP dilakukan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) berdasarkan data peserta didik hasil pemadanan terkini antara Dapodik dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, serta melalui pengolahan data usulan dari dinas pendidikan dan pemangku kepentingan.

Nama-nama peserta didik Penerima PIP akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengguna Anggaran (KPA) Puslapdik yang kemudian dikirimkan ke sekolah masing-masing melalui Aplikasi SiPintar (Sistem Informasi Program Indonesia Pintar). SK Penetapan peserta didik tersebut kemudian akan diumumkan oleh pihak sekolah melalui PKS Kesiswaan dan wali kelas serta media milik sekolah, agar peserta didik tersebut dapat segera melakukan aktivasi dan pencairan dana PIP.

Aktivasi dan Pencairan Dana PIP

Sebelum melakukan penarikan dana, penerima PIP harus melakukan aktivasi rekening SimPel (Simpanan Pelajar) PIP Dikdasmen. Proses aktivasi rekening SimPel dapat dilakukan langsung oleh peserta didik, atau oleh wali yang diberi Kuasa oleh Peserta Didik.

Persyaratan yang harus disiapkan untuk aktivasi rekening SimPel adalah:

  1. Surat keterangan Aktivasi Rekening SimPel PIP Dikdasmen dari sekolah.
  2. Identitas Pengenal (KIP/ Kartu Pelajar/ KTP/ Kartu Keluarga/ Surat Keterangan Domisili dari Lurah)
  3. Mengisi formulir pembukaan / aktivasi rekening SimPel yang disediakan oleh Bank Penyalur

Setelah Peserta Didik melakukan aktivasi rekening, bank penyalur akan memberikan buku tabungan SimPel PIP dan/ atau KIP ATM atas nama Peserta Didik penerima bantuan.

Aktivasi rekening hanya perlu dilakukan satu kali, pada saat pertama kali menerima bantuan PIP. Jika penerima PIP sudah pernah melakukan aktivasi rekening sebelumnya, maka tidak perlu melakukan aktivasi rekening kembali pada penarikan dana berikutnya.

Untuk KIP ATM, hanya bisa diberikan kepada Penerima PIP yang berasal dari keluarga miskin dan terdata dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) milik Kementerian Sosial. Untuk Aktivasi KIP ATM dapat dilakukan di unit kerja bank penyalur yang menerbitkan buku rekening SimPel, dengan membawa Kartu Identitas Pengenal dan buku rekening SimPel.

Penarikan dana dapat langsung dilakukan setelah aktivasi rekening SimPel.

Penerima PIP SMK Negeri 10 Medan yang sudah menarik dana diwajibkan untuk segera mengisi Kelengkapan Data Penerima PIP secara online melalui link https://bit.ly/IdentitasPIP.

Untuk pengaduan permasalahan terkait dengan PIP di lingkungan SMK Negeri 10 Medan, dapat dilakukan secara Daring melalui link https://bit.ly/PengaduanPIP atau melalui wali kelas masing-masing untuk diteruskan ke Operator PIP Sekolah.

Segala administrasi yang berkaitan dengan Pelaksanaan Program Indonesia Pintar di lingkungan SMK Negeri 10 Medan tidak dipungut biaya.